Menarik apa yg diposting oleh Tum Kalbar Denia Abdusshamad yang juga menjadi ketua bidang saya di sebuah organisasi bisnis KEIND. Beliau mengapresiasi catatan detil penerimaan anggota BPP HIPMI periode 2022-2025 yang menuliskan secara detil jumlah pendaftar yang masuk, berapa yang datang dan diwawancara pada hari ke-1, ke-2 dan ke-3 berikut yang berhalangan hadir.

Satu upaya awal yang baik dari sebuah proses ber-HIPMI agar yang masuk benar-benar yang ter-verifikasih, valid, orangnya ada, dan juga punya effort hadir ke sekretariat HIPMI di Pancoran bahwa mereka cinta dengan organisasi ini dengan datang langsung setelah submit dokumen.

Begitu pula panitia penerimaan yang telah dengan baik dibantu kesekretariatan secara apik menampilkan angka-angka mentah yang tentunya menunjukkan antusiasme (ghirah) yang besar dari calon pengurus BPP HIPMI ini. Merekalah yang akan mengisi laju dan maju organisasi anak-anak muda cemerlang ini, indikator kaderisasi yang baik dari bibit-bibit terbaik.

HIPMI GO

HIPMI GO adalah sistem informasi manajemen atau basis data (isitilah lawas) atau kerennya BIG DATA yang dirancang untuk memudahkan pengelolaan data anggota hipmi sebagai ekosistem HIPMI. Bila acuan pada Munas HIPMI 2022 lalu menggunakan HIPMI NET maka kepengurusan 2022-2025 Akbar Anggawira ini menggunakan Applikasi bernama HIPMI GO. Aplikasi inilah yang sebenarnya menjadi basis kuat seseorang punya rekam jejak angkatan berapa, siapa saja teman-temannya dan apa nama PT yang dia masukkan saat mendaftar HIPMI dulu serta berasal dari BPD mana.

Dengan initiatif besar seperti ini, tentunya juga berujung pada tanggung jawab yang besar karena data-data ini tidak boleh sembarangan dipegang oleh sembarang orang pula. Privacy dan Database Admin Hyrarchi  menjadi hal yang penting diterapkan. Untuk itu struktur keamanan data musti menyesuaikan penanggung jawab HIPMI GO ke depannya, jika orangnya berubah maka musti bertanggung jawab langsung pada Ketum terpilih serta dapat disajikan secara akuntable pada laporan pertanggungjawaban Ketum sebelumnya.

KEPENTINGAN NASIONAL

Berkaca dari desain arsitektur beberapa basis data milik pemerintah yang terorganisir dengan baik dan tidak, mustinya HIPMI GO juga menggunakan server lokal yang berada di NKRI selain arsitektur keamanan berlapis, untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penggunanya. HIPMI sebagaimana Ayahanda Abdul Latief bilang dalam orientasi di Mercure Ancol kemarin: “Adalah organisasi yang isinya entrepreneur nasionalis, berpihak pada kepentingan nasional”.

Peduli Lindungi misalnya, sebuah basis data publik yang dikuasai oleh anak-anak negeri menggunakan server sendiri akan memudahkan pihak-pihak bertanggungjawab menggunakanannya secara adil selain juga tidak memakan biaya terlalu tinggi. Tak ayal, sistem ini “dihajar” oleh kepentingan asing yang mengarahkannya dengan isu pelanggaran HAM, sebuah pepesan kosong dari kalangan kapitalis global.

HAK AKSES DATA

Terakhir, tentunya sebagai pemilik saham pengurus pusat: Badan Pengurus Daerah, sudah selayaknya setiap BPD HIPMI memiliki akses untuk mengelola dan me-retrieve data-data anggotanya sesuai BPD masing-masing dengan desain arsitektur teknologi informasi Open API (Aplication Programming Interface) yang bisa diakses pengembang-pengembang aplikasi sejenis di setiap BPD.

Sehingga setiap BPD benar-benar mendapatkan benefit ketika data-data terbaru mereka diberikan kepada kepengurusan di pusat. Tentu saja mekanisme ini musti dikawal dengan baik oleh Ketua OKK terpilih yang akan disebutkan/dilantik sore ini 20/2/2023) di Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta.

Salam Pejuang Pengusaha, Pengusaha Pejuang