Multifokus: Bagaimana Melakukannya?

/, leadership, mindset/Multifokus: Bagaimana Melakukannya?

Multifokus: Bagaimana Melakukannya?

Saya memiliki perusahaan pertama butuh 13 tahun bekerja sebagai profesional (beberapa senior hanya membutuhkan waktu 10 tahun), kemudian 2 tahun berikutnya baru membuat perusahaan lain di bidang digital yang belum optimal dikapitalisasi. Pada tahun ke-3 seorang teman mengajak saya ikut serta membangun perusahaan water treatment lainnya dikarenakan prinsipalnya mengeluarkan produk terkait pengolah air. Ajakan terakhir ini pun tidak serta merta, tetapi setelah saya konsisten berada pada bidang ini bertahun-tahun. Apakah saya tidak fokus?

Seorang teman saya yang latar belakang keluarganya berbisnis alat-alat kelengkapan oil & gas, mulai berbisnis warung kopi yang terintegrasi dengan co-working space. Mungkin ia memulai bisnis ini karena lingkungannya yang kebanyakan anak-anak muda dan bisnis warkop memang sedang ngetren. Ada yang menarik, dia jualan kopi justru dari kopi robusta dengan metoda panen terseleksi. Mungkin detail begini dia dapat dari latar belakang bisnisnya di bidang oil & gas yang secara umum membutuhkan keteletian dokumen, selain tentunya ilmu segmentasi di marketing.

Tak berhenti di situ, dia juga berbisnis perikanan air tawar. Memanfaatkan lahan yang dimiliki keluarganya di satu daerah. Mirip seperti ia menjalankan bisnis kopi yang membuat dia berhubungan dengan para petani, dia juga menjalankan sisi social development di bisnisnya ini. Ada semacam panggilan jiwa kenapa dia melakukan bisnis seperti ini. Kalau kita lihat lagi, model bisnis warung kopi dan peternakan ikan jelas berbeda dengan pola proyek di oil and gas, keduanya bisa dijalankan operasionalnya oleh tim yang ia bentuk, dan ia cukup mengontrol sesekali, smart bukan?

Ada lagi sisi lainnya, kejenuhannya mengerjakan proyek-proyek migas dengan pakaian resmi bisa ia tinggalkan manakala ia terjun menengok kolam-kolamnya atau warung kopinya. Apalagi ketika ia hunting kebun-kebun kopi sebagai bagian dari bisnisnya, ia sekaligus melakukan rihlah sebuah pengalihan dari kejenuhan hiruk pikuk kota. Di sini kita belajar, bahwa multifokus dalam bisnis bisa kita lakukan untuk mendapatkan value lain dalam hidup.

Untuk bisnis saya sendiri sebenarnya kalau ditarik benang merah, semuanya adalah manajemen proyek semata, yang membedakannya hanya produk/layanan yang diberikan dan berbeda perusahaan. Awalnya begitu, tetapi kemudian saya mencoba mengembangkan ke arah bisnis yang nantinya kapitalisasinya lebih besar dan fokus. Arus Tirta misalnya akan saya arahkan pada keagenan produk katup air saja, fokus di sana sementara RIS Water lebih ke keagenan produk-produk bermutu dari brand-brand reputable dunia untuk mengambil segmen pasar tertentu. Artinya multifokus yang saya lakukan didasarkan kepemilikan saham, kompetensi/kemampuan perusahaan yang dimiliki seraya melihat pasar yang ada.

 

By |2019-12-22T03:41:54+00:0022 December 2019|entrepreneurial, leadership, mindset|0 Comments

About the Author:

Muhammad Sirod inisiator blog ini dan merepresentasikan keseluruhan konten blog, pengusaha, organisatoris, suami dan ayah dari 3 orang anak.

Leave A Comment